Sejarah Berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta
Riwayat
keraton Surakarta di awali oleh seorang panglima Tamtama ( pasukan
khusus) kerajaan Pajang yang bernama Ki Ageng Pamanahan. Beliau adalah
orang yang tekun dan tertib serta taat pada kerajaan Pajang. Dan atas
jasa – jasanya ia diberikan tanah di daerah Mataram yang semula adalah
hutan belukar.Rabu, 29 Mei 2013
Kauman keterkaitan dengan Keraton Surakarta
Satu lagi tempat tujuan wisata di Kota Solo yaitu Keraton
Surakarta.Keraton ini merupakan simbol peninggalan sejarah pada waktu
jaman penjajahan dahulu.Dimana dahulu keraton ini adalah pindahan dari
keraton yang ada di Kartasura.Sebelumnya wilayah Keraton ini merupakan
sebuah ngarai atau lembah yang sangat dalam.Yang akhirnya di ubah
menjadi daratan yang padat dengan berbagai macam material timbunan.
Kampung Batik Kauman
Kampung Batik Kauman: Tempat Abdi Dalem keraton menulis batik…
SELAIN Kampung Laweyan, Solo juga mempunyai Kampung Kauman sebagai pusat produksi batik.
Hampir sama dengan Kampung Batik Laweyan, kawasan Kauman mempunyai banyak lorong, gang-gang sempit, dengan tembok menjulang di sepanjang sisinya. Rumah-rumah dibangun mewah dan besar dengan arsitektur campuran Eropa-Jawa-Cina. Dulu, kampung Kauman ini adalah kawasan yang diperuntukkan bagi tempat tinggal kaum ulama kerajaan dan kerabatnya, serta tempat tinggal bagi saudagar batik merangkap karyawan keraton dengan status abdi dalam.
Kampung batik Kauman agaknya bisa menjadi alternatif wisata belanja batik, sekaligus melihat dari dekat proses pembuatan batik, baik tulis, cettak, atau pun cap.
”Kalau datang ke sini jangan hari minggu, tidak bisa lihat proses pembuatan batik. Mau belajar batik, atau sekedar mencoba juga bisa dan gratis,” kata Gunawan Setiawan, salah satu pengelola rumah batik di Kauman.
Gunawan menambahkan, kampung batik Kauman bisa menjadi tujuan wisata saat liburan sekolah atau long week end. Proses pembuatan batik, menjadi salah satu bagian yang menarik dikunjungi. Mulai dari anak-anak sekolah sampai turis mancanegara suka menyaksikannya.
Memasuki kampung batik Kauman, bisa melihat peta yang terpampang di tembok bangunan lama. Lorong-lorong di kampung Kauman Solo mengingatkan pada lorong-lorong di kampung Laweyan yang dihimpit bangunan lama. Suasananya sangat khas. Banyak pengunjung yang berseliweran di gang-gang dan masuk ke rumah-rumah batik. Papan penunjuk ke rumah batik juga mudah ditemui, sehingga banyak pilihan.
Menyebut Kampung Kauman memang tak bisa lepas dari jejak perpindahan kraton Kartosuro ke Solo yang kemudian berubah nama menjadi Kasunanan. Kauman merupakan tempat ulama yang terdiri dari beberapa lapisan masyarakat mulai dari penghulu tafsir anom, ketip, modin, suronoto dan kaum. Keberadaan kaum sebagai penduduk mayoritas di kawasan inilah yang menjadi dasar pemilihan nama “kauman”.
Hampir sama dengan Kampung Batik Laweyan, kawasan Kauman mempunyai banyak lorong, gang-gang sempit, dengan tembok menjulang di sepanjang sisinya. Rumah-rumah dibangun mewah dan besar dengan arsitektur campuran Eropa-Jawa-Cina. Dulu, kampung Kauman ini adalah kawasan yang diperuntukkan bagi tempat tinggal kaum ulama kerajaan dan kerabatnya, serta tempat tinggal bagi saudagar batik merangkap karyawan keraton dengan status abdi dalam.
Kampung batik Kauman agaknya bisa menjadi alternatif wisata belanja batik, sekaligus melihat dari dekat proses pembuatan batik, baik tulis, cettak, atau pun cap.
”Kalau datang ke sini jangan hari minggu, tidak bisa lihat proses pembuatan batik. Mau belajar batik, atau sekedar mencoba juga bisa dan gratis,” kata Gunawan Setiawan, salah satu pengelola rumah batik di Kauman.
Gunawan menambahkan, kampung batik Kauman bisa menjadi tujuan wisata saat liburan sekolah atau long week end. Proses pembuatan batik, menjadi salah satu bagian yang menarik dikunjungi. Mulai dari anak-anak sekolah sampai turis mancanegara suka menyaksikannya.
Memasuki kampung batik Kauman, bisa melihat peta yang terpampang di tembok bangunan lama. Lorong-lorong di kampung Kauman Solo mengingatkan pada lorong-lorong di kampung Laweyan yang dihimpit bangunan lama. Suasananya sangat khas. Banyak pengunjung yang berseliweran di gang-gang dan masuk ke rumah-rumah batik. Papan penunjuk ke rumah batik juga mudah ditemui, sehingga banyak pilihan.
Menyebut Kampung Kauman memang tak bisa lepas dari jejak perpindahan kraton Kartosuro ke Solo yang kemudian berubah nama menjadi Kasunanan. Kauman merupakan tempat ulama yang terdiri dari beberapa lapisan masyarakat mulai dari penghulu tafsir anom, ketip, modin, suronoto dan kaum. Keberadaan kaum sebagai penduduk mayoritas di kawasan inilah yang menjadi dasar pemilihan nama “kauman”.
Minggu, 21 April 2013
Kamis, 10 Januari 2013
Sekatenan di Solo 2013
Adakah diantara kalian yang mengetahui sekaten? atau mungkin belum pernah mendengar sekaten?
nah, bagi Anda yang belum tau tentang sekaten, silahkan datang ke alun-alun utara keraton surakarta. dan silahkan berbelanja pernak-pernik lucu.
jangan lupa mampir ke stand kami solo batok craft ya, di bagian selatan biang lala. :)
nah, bagi Anda yang belum tau tentang sekaten, silahkan datang ke alun-alun utara keraton surakarta. dan silahkan berbelanja pernak-pernik lucu.
jangan lupa mampir ke stand kami solo batok craft ya, di bagian selatan biang lala. :)
Selasa, 12 Juli 2011
jam bathok kelapa dengan harga Rp.35.000
tempat perhiasan dengan harga Rp.35.000
bando yang dililit dengan benang dengan harga Rp12.000
lampu belajar terbuat dari batok kelapa dengan harga Rp.45.000
belum termasuk ongkos kirim sekumpulan barng barang yang masih tersedia dan masih banyak model.
jam tangn dengan harga Rp.35.000
jam tangn dengan harga Rp.35.000
jam tangn dengan harga Rp.35.000
jam tangn dengan harga Rp.35.000
jam tangn dengan harga Rp.35.000
jam tangn dengan harga Rp.35.000
jam tangn dengan harga Rp.35.000
jam tangn dengan harga Rp.35.000
asbak dengan harga Rp.20.000
tempat perhiasan dengan harga Rp.35.000
celengan penyu dengan harga Rp.35.000
celengan kura kura dengan harga Rp.35.000
tempat ayam yang multifungsi dengan harga Rp.35.000
celengan Babi dengan harga Rp.35.000
celengan ayam dengan harga Rp.35.000
celengan bentuk gajah dengan harga Rp.35.000
asbak dengan harga Rp.25.000
tempat permen dari batok kelapa dengan harga Rp.30.000
belum termasuk ongkos kirim
lampu belajar terbuat dari batok kelapa dengan harga Rp.45.000
belum termasuk ongkos kirim.
gelas dari batok kelapa dengan harga Rp.12.000 belum termasuk ongkos kirim
tempat uang receh dan bisa dijadikan gantungan kunci juga debgan harga Rp.10.000 belum termasuk ongkos kirim
ini adalah tempat sambal yang terbuat dari batok kelapa.
dengan hargaRp.15.000 belum termasuk ongkos kirim
tempat perhiasan dengan harga Rp.35.000
bando yang dililit dengan benang dengan harga Rp12.000
lampu belajar terbuat dari batok kelapa dengan harga Rp.45.000
belum termasuk ongkos kirim sekumpulan barng barang yang masih tersedia dan masih banyak model.
jam tangn dengan harga Rp.35.000
jam tangn dengan harga Rp.35.000
jam tangn dengan harga Rp.35.000
jam tangn dengan harga Rp.35.000
jam tangn dengan harga Rp.35.000
jam tangn dengan harga Rp.35.000
jam tangn dengan harga Rp.35.000
jam tangn dengan harga Rp.35.000
asbak dengan harga Rp.20.000
tempat perhiasan dengan harga Rp.35.000
celengan penyu dengan harga Rp.35.000
celengan kura kura dengan harga Rp.35.000
tempat ayam yang multifungsi dengan harga Rp.35.000
celengan Babi dengan harga Rp.35.000
celengan ayam dengan harga Rp.35.000
celengan bentuk gajah dengan harga Rp.35.000
asbak dengan harga Rp.25.000
tempat permen dari batok kelapa dengan harga Rp.30.000
belum termasuk ongkos kirim
lampu belajar terbuat dari batok kelapa dengan harga Rp.45.000
belum termasuk ongkos kirim.
gelas dari batok kelapa dengan harga Rp.12.000 belum termasuk ongkos kirim
tempat uang receh dan bisa dijadikan gantungan kunci juga debgan harga Rp.10.000 belum termasuk ongkos kirim
ini adalah tempat sambal yang terbuat dari batok kelapa.
dengan hargaRp.15.000 belum termasuk ongkos kirim
Langganan:
Postingan (Atom)































