Selasa, 22 Oktober 2013

Pasar Ngarsopuro, Orchid Road-nya Kota Solo

Bermalam Minggu di Kota Solo tak lengkap rasanya bila tak menyambangi salah satu spot wisata malamnya, yaitu Pasar Ngrasopuro atau Ngarsopuro Night Market. Pasar dadakan ini hanya buka setiap Sabtu malam mulai pukul 19.00 sampai kira-kira tengah malam, tergantung kondisi pengunjung.
13714434582018834860
Gapura Masuk (dok.pribadi)

Pasar Ngarsopuro merupakan salah satu hasil gagasan Jokowi, mantan Walikota Solo yang sekarang menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pasar ini digelar di sepanjang jalan Diponegoro atau tepatnya di depan lapangan Pura Mangkunegaran Solo. Sebelum menjadi seperti sekarang, jalan ini hanya jalan protokol biasa. Pada siang hari jalanan dipenuhi pedagang alat elektronik, alat olahraga, dan barang antik (Pasar Windujenar) sedangkan pada malam hari hanya digunakan sebagai tempat nongkrong, tempat pacaran, bahkan beranjak lebih malam lagi akan berubah menjadi tempat transaksi seksual. Seperti yang diceritakan oleh salah satu warga Solo yang sekarang menjadi pedagang di Pasar Malam Ngarsopuro tiap Sabtu malam. Karena dinilai semrawut dan membuat jelek nama kota Solo dengan adanya aktivitas transaksi seks tiap malamnya, maka Jokowi yang kala itu didampingi oleh FX. Rudy Hadyatmo mengganti fungsi kawasan tersebut menjadi kawasan wisata yang lebih sehat.
13714435101108049874
Kawasan Triwindu sebelum direhabilitasi
Awalnya pedagang di kawasan itu menolak untuk direlokasi, tetapi dengan kemampuan psikologi massanya, Jokowi berhasil membujuk para pedagang untuk direlokasi. Sekarang para pedagang elektronik telah dibuatkan puluhan kios dalam satu bangunan/gedung yang letaknya tetap di kawasan tersebut. Juga dibuatkan kios-kios untuk para pedagang barang antik yang sekarang diubah namanya menjadi Pasar Antik Triwindu, juga masih di kawasan Jalan Diponegoro. Dengan begitu sekarang kawasan ini menjadi rapi dan tertata. Di kiri kanannya terdapat patung penabuh gamelan, patung Loro Blonyo, mural (lukisan dinding), dan lampu penerangan jalan berbentuk kurungan burung. Saat Sabtu malam, jalan ditutup dan berubah fungsi menjadi Pasar Ngarsopuro.
13714436021690758998
Kawasan Triwindu sekarang (dok.pribadi)
13714436531455852344
Patung Penabuh Gamelan (dok.pribadi)
1371443702648567972
Patung Loro Blonyo (dok.pribadi)
1371443756944617064
Kios Barang Antik (dok.pribadi)
1371444068992843379
depan : Bule. belakang : Bulek (dok.pribadi)
Secara resmi Pasar Ngarsopuro dibuka pada tanggal 16 Februari 2009 oleh Jokowi. Setelah itu pasar mulai beroperasi secara resmi dan berkala tiap minggunya. Pasar Ngarsopuro terdiri dari kurang lebih 80-an tenda. Dengan daya tampung masing-masing tenda maksimal 4 pedagang, maka kira-kira kawasan tersebut mampu menampung sebanyak 300-an pedagang. Barang dagangan yang ditawarkan kebanyakan barang-barang produksi lokal berupa cindera mata khas Solo, barang kerajinan, makanan tradisional, batik, dan lain-lain.
137144384525039603
Pedagang Sedang Gelar Lapak (dok.pribadi)
Sebagai bentuk kepedulian Pemkot Solo terhadap warga lokal yang memiliki usaha kecil dan menengah, maka yang boleh berdagang di situ hanya UKM-UKM milik warga Solo. Syarat untuk bisa membuka lapak di Pasar Ngarsopuro adalah harus ber-KTP Solo dan membayar sewa sebesar 40-50 ribu tiap bulannya. Karena mudah dan murahnya, Sigit (24), salah satu pedagang menyatakan sangat terbantu dengan adanya Pasar Malam Ngarsopuro ini. Sarjana Hukum yang lebih memilih mengembangkan usaha pembuatan handycraft dari batok kelapa ini mengatakan dengan adanya Pasar Ngarsopuro sangat membantu meningkatkan penghasilan para pengusaha kecil di Kota Solo. Produk yang dihasilkan tidak hanya dikenal warga lokal Solo saja tetapi juga bisa dikenal oleh masyarakat luas, bahkan wisatawan asing.
1371443902597077426
Suasana Pasar Ngarsopuro (dok.pribadi)
Di Ngarsopuro Night Market juga sering diadakan event-event kebudayaan yang tentunya mengangkat kebudayaan lokal. Karena berbentuk jalan protokol yang ditutup untuk kendaraan, maka otomatis event apapun yang diselenggarakan bersifat gratis sehingga semua warga Solo bisa menikmatinya tanpa terbebani uang tiket atau biaya masuk.
13714439391011089866
Pengamen Penari (dok.pribadi)
13714439781109332558
Excuse me, Sir..may I take your wife? eh, maksud saya your picture (dok.pribadi)
Setelah kurang lebih 4 tahun berjalan, Pasar Ngarsopuro menjadi salah satu ikon Kota Solo yang menawarkan tempat seperti Orchid Road di Singapura tetapi dengan suasana, nuansa, dan rasa yang begitu Indonesia. Tidak menutup kemungkinan spot-spot seperti ini nantinya akan bermunculan di berbagai daerah di Indonesia. Atau bahkan mungkin sudah ada dan hanya butuh pengembangan, sehingga Indonesia memiliki ikon wisata yang tak kalah dengan negara-negara tetangga. Ikon wisata yang mendunia dengan rasa Indonesia. Ikon wisata yang kelak akan dibangga-banggakan oleh anak –cucu kita di dunia internasional
(Ditulis oleh temen saya yang dulu pernah menjadi ketua menwa UNS yaitu Surya Narendra, S.H. )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar